BERITA
23 Okt 2025
Pernahkah Anda membeli pakaian lalu kesulitan mencari tahu cara mencucinya, bahan apa yang digunakan, atau apakah aman untuk kulit sensitif? Di sinilah label pakaian memainkan peran penting, bukan hanya sekadar “tempelan kecil di dalam baju”, melainkan bagian dari identitas, keamanan, dan kredibilitas produk tekstil.

Sumber gambar: Fashinnovation
Sebagai pabrik tekstil yang memahami pentingnya kualitas, kami percaya bahwa label pakaian bukan hanya formalitas, tetapi bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen dan kepatuhan standar industri Indonesia.
Label pakaian adalah informasi tertulis yang ditempelkan atau dijahit pada produk tekstil untuk memberi penjelasan kepada konsumen mengenai detail produk.
Label ini biasanya berbentuk care label, brand label, size label, hingga label komposisi bahan, dan semuanya memiliki peran yang berbeda.
Menampilkan nama atau logo merek, biasanya ditempatkan di bagian belakang leher atau pinggang.
Berisi instruksi mencuci, menyetrika, dan merawat produk agar pakaian tidak cepat rusak atau berubah bentuk.
Menunjukkan ukuran seperti S, M, L, atau angka (36, 38, dst), penting untuk kenyamanan konsumen saat membeli.
Berisi informasi seperti 100% cotton, polyester blend, viscose, dll.
Diperlukan khusus untuk produk bayi, ekspor, atau pakaian fungsional yang perlu menunjukkan hypoallergenic, fire retardant, anti-UV, dll.
Baca juga: Mengenal Gerakan Slow Fashion dan Manfaatnya untuk Lingkungan
Banyak pelaku fashion hanya melihat label sebagai pelengkap. Padahal untuk industri tekstil, kehadiran label adalah bagian dari regulasi dan keamanan konsumen, sesuai yang dijelaskan Sewport.
Konsumen semakin kritis, mereka ingin tahu apa yang mereka pakai, apakah bahannya aman dan nyaman, serta mudah dirawat.
Tanpa label bahan dan peringatan khusus, konsumen bisa mengalami iritasi kulit atau kerusakan saat mencuci. Ini bisa berujung pada rating buruk atau retur massal.
Platform besar seperti Zalora, Uniqlo, H&M, bahkan marketplace lokal tertentu kini mulai mewajibkan kejelasan label pakaian dan material.
Indonesia memiliki standar keamanan produk tekstil (SNI) yang pada dasarnya melindungi konsumen serta memastikan produk tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
Contoh: 100% Cotton, Cotton Combed 30s, dsb.
Simbol atau instruksi agar pakaian tidak rusak.
Ukuran standar atau custom sesuai target pasar.
Meningkatkan profesionalitas sekaligus legalitas produk.
![]()
Sumber gambar: Id
Pakaian dengan label lengkap terlihat lebih premium dan profesional.
Care label yang jelas mencegah produk menyusut, melar, atau salah cuci.
Brand yang jujur soal bahan dan perawatan akan lebih disukai konsumen millennial & Gen Z.
Retail besar dan buyer internasional akan menilai dari detail seperti label dan finishing, bukan hanya desain.
Label pakaian bukan sekadar aksesori tambahan, tetapi standar profesional dan keamanan produk tekstil. Baik Anda brand fashion baru maupun pabrik besar, memahami pentingnya label adalah langkah penting dalam membangun produk yang dipercaya, aman, dan siap bersaing secara global.
Bagikan
BERITA BARU