BERITA
25 Jun 2026 | Kategori Berita: Tren
Permintaan bahan tekstil global terus bergerak cepat, dan satu material tetap berada di posisi paling dominan: polyester. Dari pakaian sehari-hari hingga kebutuhan industri berat, polyester kini menjadi tulang punggung industri tekstil dunia. Lalu, apa yang membuat demand ini terus meningkat, dan bagaimana peluangnya untuk pabrik tekstil seperti Kami dan Anda di Indonesia?
Dalam beberapa laporan industri tekstil global terbaru (2025–2026), polyester diperkirakan menyumbang sekitar 55%–60% dari total konsumsi serat tekstil dunia yang mencapai lebih dari 130 juta ton per tahun. Artinya, lebih dari 70 juta ton kebutuhan tekstil global kini bergantung pada polyester.

Pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor utama:
Bagi industri, ini menunjukkan bahwa polyester bukan lagi sekadar alternatif, tetapi sudah menjadi standar utama dalam supply chain tekstil dunia.
Segmen terbesar penggunaan polyester masih berada pada industri apparel, terutama:
Permintaan tinggi dari brand global membuat kebutuhan polyester woven dan knitted fabric terus meningkat secara stabil setiap tahun.
Selain apparel, home textile juga menjadi kontributor besar, seperti:
Technical textile yang tumbuh paling cepat
Segmen ini menjadi salah satu peluang paling menarik di 2026, meliputi:
Segmen ini memiliki nilai tambah lebih tinggi dan margin lebih besar dibandingkan textile konvensional.
Baca juga: 5 Alasan Linen Menjadi Pilihan Favorit untuk Fashion Berkelanjutan
Di Indonesia, polyester juga mendominasi struktur industri tekstil dengan porsi lebih dari 50% konsumsi fiber. Industri ini terkonsentrasi di beberapa wilayah utama seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah yang menjadi pusat produksi garment dan woven fabric.
Permintaan polyester di Indonesia terbagi menjadi:
Dengan pertumbuhan industri manufaktur dan pembangunan infrastruktur, demand polyester di Indonesia diprediksi terus meningkat secara stabil.
Industri tekstil saat ini tidak hanya tentang produksi massal, tetapi juga peningkatan nilai tambah. Pabrik yang hanya fokus pada greige fabric mulai menghadapi tekanan margin, sementara peluang besar justru muncul di area:
Segmen technical textile menjadi area paling potensial karena:
Ini menjadikan technical textile sebagai “growth engine” utama industri tekstil 2026.

Lonjakan demand polyester global bukan sekadar tren sementara, tetapi perubahan struktural dalam industri tekstil dunia. Dengan kontribusi lebih dari setengah total serat tekstil global, polyester telah menjadi fondasi utama supply chain industri ini.
Bagi pabrik tekstil di Indonesia, peluang terbesar bukan hanya pada produksi volume, tetapi pada peningkatan value melalui produk finishing, blended fabric, hingga technical textile yang memiliki margin lebih tinggi dan demand yang terus tumbuh.
KATEGORI BERITA
BERITA TERBARU
BERITA TERPOPULER 🔥
BERITA RELEVAN