BERITA
30 Okt 2025 | 177 Dilihat | Kategori Berita: -
Jika Anda sedang memilih teknologi pemintalan untuk menghasilkan benang berkualitas: apakah harus mengejar kekuatan serat, efisiensi produksi, atau fleksibilitas jenis bahan?
Di industri tekstil modern, pemilihan sistem spinning bukan lagi sekadar teknis, tetapi langsung menentukan performa akhir kain, kecepatan produksi, hingga biaya operasional. Karena itu, penting bagi Anda untuk memahami perbedaan mendasar dari tiga teknologi paling umum: ring spinning, open-end, dan rotor spinning.
Ring spinning merupakan metode konvensional dan paling tua yang digunakan industri tekstil. Sistem ini memintal serat secara mekanis melalui ring dan traveller, menghasilkan twist yang kuat dan stabil, seperti yang dilansir Aysantex.
Menurut CN Hago, Open-End (juga dikenal sebagai rotor spinning) menggunakan proses pemintalan tanpa spindle tradisional. Serat dipisahkan terlebih dahulu, lalu dipintal secara langsung dalam rotor berkecepatan tinggi.
Baca juga: Quality Control Penting untuk Menjaga Konsistensi Kain Weaving
Secara teknis, rotor spinning adalah nama spesifik dari teknologi open-end. Banyak pelaku industri menyebut open-end dan rotor sebagai sistem yang sama, karena keduanya menggunakan rotor sebagai pengganti spindle, menurut Textile School.
Namun, dalam beberapa praktik modern, istilah rotor spinning merujuk ke generasi lanjutan yang lebih stabil, hemat energi, dan mampu menghasilkan benang semi-premium.
Pada akhirnya, keputusan terbaik bergantung pada positioning produk Anda: apakah Anda bermain di segmen high-end, industrial, atau mencari keseimbangan performa dan efisiensi.
Untuk kebutuhan produk tekstil terbaik, silakan hubungi Danar Mas Group.
Bagikan
KATEGORI BERITA
BERITA TERBARU
BERITA TERPOPULER