BERITA
20 Des 2025 | 50 Dilihat | Kategori Berita: Edukasi
Industri tekstil global sedang berada di titik penting. Tekanan dari regulasi, tuntutan brand, hingga kesadaran konsumen membuat keberlanjutan bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan standar baru.

Salah satu langkah paling nyata yang bisa dilakukan adalah memilih benang eco-friendly sebagai bahan baku utama.
Kami memahami bahwa bagi Anda pelaku industri tekstil, keputusan material harus seimbang antara kualitas, efisiensi, dan dampak lingkungan. Karena itu, berikut kami rangkum 7 jenis benang ramah lingkungan yang paling relevan dan banyak digunakan dalam industri tekstil berkelanjutan saat ini.

Benang katun organik berasal dari kapas yang ditanam tanpa pestisida sintetis, pupuk kimia, atau benih hasil rekayasa genetik.
Jenis benang ini lebih aman bagi lingkungan dan rantai pasok, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Cocok untuk produk apparel, home textile, hingga tekstil bayi.

Benang daur ulang dibuat dari limbah tekstil atau botol plastik PET yang diproses ulang menjadi serat baru.
Penggunaan recycled yarn membantu mengurangi limbah, menekan konsumsi energi, dan mendukung ekonomi sirkular di industri tekstil.
Lyocell diproduksi dari pulp kayu bersertifikasi dengan sistem closed-loop yang mampu mendaur ulang lebih dari 99% pelarut kimia.
Benang eco-friendly ini unggul untuk fashion, pakaian aktif, dan tekstil premium karena kuat, breathable, dan lembut.

Modal merupakan serat regenerasi dari kayu beech dengan efisiensi produksi yang lebih baik dibanding viscose konvensional.
Stabilitas serat dan kenyamanan tinggi menjadikan modal pilihan tepat untuk tekstil yang membutuhkan kelembutan sekaligus daya tahan.
Baca juga: Serat Rayon Asal Mula Pembuatan dan Keunggulannya untuk Tekstil

Bambu dikenal sebagai tanaman yang tumbuh cepat dan membutuhkan sedikit air, menjadikannya sumber serat yang relatif ramah lingkungan.
Benang bamboo memiliki sifat antibakteri alami dan kemampuan menyerap kelembapan yang baik, cocok untuk tekstil fungsional.

Hemp membutuhkan air dan pestisida jauh lebih sedikit dibanding kapas, serta memiliki daya tahan tinggi.
Benang hemp banyak diaplikasikan untuk produk tekstil kuat seperti workwear, upholstery, dan kain dekoratif.

Linen berasal dari tanaman flax yang biodegradable dan memiliki jejak karbon relatif rendah.
Kuat, breathable, dan tahan lama, linen menjadi pilihan benang ramah lingkungan untuk pasar premium dan sustainable fashion.
Pemilihan jenis benang eco-friendly yang tepat akan berdampak langsung pada kualitas produk, efisiensi produksi, dan citra keberlanjutan perusahaan Anda. Setiap jenis benang ramah lingkungan memiliki karakteristik dan aplikasi yang berbeda, sehingga penting untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan industri tekstil Anda.
Kami siap membantu Anda menemukan solusi benang dan produk tekstil terbaik yang selaras dengan standar keberlanjutan dan kebutuhan bisnis Anda.
Untuk kebutuhan produk tekstil terbaik, silakan hubungi kami.
Bagikan
KATEGORI BERITA
BERITA TERBARU
BERITA TERPOPULER
BERITA RELEVAN