BERITA
21 Feb 2026 | Kategori Berita: Edukasi
Pernah merasa baju olahraga Anda setelah dipakai cuma sebentar langsung bau tak sedap dan gerah? Sebagian besar orang mengira itu cuma karena keringat atau kebersihan, tetapi kenyataannya banyak berakar dari pilihan bahan pakaian olahraga yang kurang tepat, dan itu bisa menghambat kenyamanan Anda saat beraktivitas fisik maupun performa secara keseluruhan.

Saat Anda bergerak, tubuh mengeluarkan keringat untuk mendinginkan diri. Jika bahan pakaian menyerap dan menahan kelembapan ini dekat dengan kulit, bukan cuma Anda merasa gerah, tetapi juga menciptakan lingkungan lembap yang ideal untuk pertumbuhan bakteri yang kemudian menyebabkan bau tak sedap.
Faktanya, keringat manusia pada dasarnya hampir tidak berbau. Bau yang kita cium biasanya berasal dari bakteri yang memakan keringat dan minyak pada kain, bukan keringat itu sendiri. Kalau bahan baju tidak cepat mengeluarkan kelembapan dari permukaan kulit, bakteri punya waktu dan “tempat” untuk berkembang.
Bahan yang rapat dan kurang bernapas cenderung menyimpan panas dan kelembapan di dekat kulit, sehingga Anda cepat merasa gerah dan tidak nyaman saat olahraga, terutama di iklim tropis seperti Indonesia.
Baca juga: Inovasi Daur Ulang Tekstil Terbaru: Textile-to-Textile Recycled Polyester
Bahan olahraga modern kini banyak dirancang dengan kemampuan moisture-wicking, artinya kain dapat menarik kelembapan menjauh dari kulit dan menyebarkannya ke permukaan luar kain sehingga cepat menguap. Ini menjadikan suhu tubuh Anda lebih stabil dan mengurangi rasa lembap di kulit.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipahami ketika menentukan bahan pakaian olahraga:
1. Sirkulasi breathability
Bahan yang memiliki struktur serat dan rajutan tertentu memungkinkan udara mengalir lebih bebas, sehingga panas dan uap air bisa keluar dari dalam pakaian, membuat Anda tetap sejuk dan nyaman saat bergerak.
2. Kecepatan pengeringan
Jika kain cepat kering setelah basah oleh keringat, ini berarti kelembapan tidak menempel terlalu lama di kulit. Bahan seperti ini umumnya lebih nyaman untuk olahraga intensitas tinggi karena menjaga tubuh tetap kering lebih lama.
3. Perlindungan terhadap bau
Bahan yang baik juga bisa diperlakukan dengan teknologi anti-mikroba atau memiliki sifat alami yang menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga nggak gampang bau walaupun sering dipakai berolahraga.
Bahan ini dikenal kuat dan lentur, cocok untuk pakaian olahraga yang perlu banyak gerak seperti lari atau gym. Nylon juga cepat kering dan umumnya memiliki kemampuan moisture-wicking yang baik.
Walaupun sering digunakan untuk pakaian outdoor, merino wool memiliki kemampuan mengatur suhu tubuh dan menahan bau lebih baik dibanding bahan lain karena struktur alami seratnya.
Beberapa bahan berbasis tumbuhan seperti viscose dari bambu menawarkan kelembutan dan sirkulasi udara tinggi, serta bisa membantu mengurangi penumpukan bakteri penyebab bau.

Bukan sekadar soal penampilan, bahan olahraga punya dampak besar pada kenyamanan, performa, dan bahkan kesehatan kulit Anda. Baju yang panas dan bau bukan hanya mengganggu rasa percaya diri, tetapi juga bisa menyebabkan iritasi kulit saat keringat terperangkap lama di permukaan kain.
Dengan memahami apa yang seharusnya dipilih, Anda bisa:
Setiap aktivitas olahraga membutuhkan bahan yang berbeda. Sekarang saatnya Anda lebih cermat menentukan pilihan agar tetap nyaman berolahraga dan percaya diri.
KATEGORI BERITA
BERITA TERBARU
BERITA TERPOPULER 🔥
BERITA RELEVAN