BERITA

Brand Ramah Lingkungan Lebih Disukai Gen Z, Ini Alasannya!

28 Jan 2026   |   7 Dilihat   |   Kategori Berita: Keberlanjutan

Gen Z dikenal sebagai generasi yang tak hanya mengikuti tren, mereka juga “mewakili nilai”. Dari isu perubahan iklim hingga keadilan sosial, nilai-nilai keberlanjutan menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian mereka. 

Maka tak heran jika brand ramah lingkungan lebih disukai Gen Z dibandingkan brand yang sekadar fokus pada harga atau estetika semata.

 

eco friendly brand lebih disukai gen z

Sumber gambar: NSS G-Club

 

Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa Gen Z peduli dengan lingkungan, tetapi data terbaru menunjukkan bahwa keprihatinan itu benar-benar memengaruhi perilaku konsumen mereka, terutama dalam memilih brand yang punya komitmen sustainability yang jelas, termasuk di industri fashion dan tekstil. Ini jadi peluang besar bagi brand seperti Anda untuk maju dan menunjukkan nilai berbeda yang relevan di mata Gen Z.

 

Fakta Lapangan dari Gen Z & Sustainability

Gen Z siap “membayar lebih” untuk produk ramah lingkungan

Menurut riset terbaru (per akhir 2025), sekitar 73% Gen Z menyatakan bahwa mereka bersedia membayar lebih untuk produk yang berkelanjutan dibanding generasi lain. Mereka juga cenderung memilih brand yang memprioritaskan keberlanjutan dibandingkan hanya nama besar brand itu sendiri.

Ini menunjukkan bahwa bagi Gen Z, nilai keberlanjutan bukanlah sekadar label marketing, melainkan investasi terhadap kualitas dan dampak sosial-lingkungan dari produk tersebut.

Digital native & konsumen cerdas

Gen Z tumbuh bersama internet dan media sosial, sehingga mereka tidak ragu untuk menelusuri identitas sustainability sebuah brand sebelum membeli, apakah brand itu menerapkan praktik produksi yang etis, aman bagi lingkungan, dan transparan dalam supply chain-nya.

Sumber informasi ini sering datang dari platform seperti TikTok atau Instagram, tempat tagar seperti #sustainablefashion mendapatkan miliaran tayangan. 

 

Baca juga: Dari Limbah Jadi Cuan: Potensi Besar Benang Recycled untuk Industri Tekstil

 

Alasan Gen Z Memilih Brand Ramah Lingkungan

1. Kesadaran lingkungan yang tinggi

Gen Z dibesarkan di tengah laporan perubahan iklim, krisis plastik, dan isu etika tenaga kerja, membuat mereka lebih aware dibanding generasi sebelumnya. Mereka melihat pilihan pembelian sebagai bentuk dukungan terhadap masa depan yang lebih hijau.

2. Konsumen yang cerdas dan kritikal

Mereka tidak mudah termakan hype, Gen Z membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar klaim ramah lingkungan di iklan. Banyak dari mereka mencari brand yang bersertifikasi, punya bukti traceability, dan laporan keberlanjutan yang terukur.

3. Nilai identitas pribadi dalam pembelian

Bagi Gen Z, membeli produk adalah pernyataan nilai dan identitas diri, bukan sekadar transaksi. Dengan mendukung brand yang bertanggung jawab, mereka merasa turut andil pada perubahan sosial dan lingkungan yang lebih luas.

4. Preferensi pada kualitas & durabilitas

Gen Z juga cenderung menghargai produk yang tahan lama dan material berkualitas tinggi daripada barang sekali pakai. Ini berarti mereka lebih menyukai produk tekstil yang menggunakan bahan yang bersertifikasi, ramah lingkungan, atau terbuat dari serat yang dapat dipertanggungjawabkan secara etis. 

 

Bagaimana Ini Relevan untuk Produk Tekstil Anda

Industri tekstil saat ini mengalami transformasi besar. Brand yang mengkombinasikan efisiensi produksi dengan praktik berkelanjutan seperti penggunaan serat daur ulang, teknologi pewarnaan rendah dampak, atau data traceability yang transparan, berada di posisi terbaik untuk memenuhi kebutuhan Gen Z.

Fakta bahwa Gen Z tidak hanya memilih apa yang menarik, tetapi juga apa yang bermakna, menempatkan pabrik dan brand yang ramah lingkungan sebagai pilihan utama mereka. Ini bukan sekadar “tren sementara”, tetapi preferensi yang terukur dan berkembang di pasar global tahun 2025 dan seterusnya.

 

 

eco friendly brand lebih disukai gen z

Sumber gambar: Philstar

 

Intinya, brand ramah lingkungan lebih disukai Gen Z karena mereka melihat pembelian sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan, bukan hanya soal harga atau trend fashion semata. Mereka menghargai nilai transparansi, kualitas, dan dampak sosial-lingkungan dari brand yang mereka pilih, termasuk dalam industri tekstil.

Bagikan



KEMBALI