BERITA

Mengenal Yarn Count: Standar Pengukuran Benang yang Wajib Dipahami

29 Des 2025   |   97 Dilihat   |   Kategori Berita: Edukasi

Kesalahan memilih benang sering kali bukan disebabkan oleh mesin atau proses, melainkan karena kurang tepatnya memahami yarn count. Padahal, standar pengukuran ini berperan besar dalam menentukan performa benang dan kualitas kain akhir. 

Melalui artikel ini, Kami akan mengajak Anda memahami apa itu yarn count, sistem pengukurannya, serta mengapa parameter ini menjadi acuan penting dalam industri tekstil.

 

apa itu yarn count

Sumber gambar: Abtex International

 

 

Apa Itu Yarn Count?

Definisi singkat yarn count

Yarn count adalah istilah teknis dalam dunia tekstil yang merujuk pada angka yang menunjukkan karakter benang, apakah benang itu halus atau kasar, tipis atau tebal. Secara umum, angka ini merepresentasikan hubungan antara panjang dan berat benang, yaitu berat per unit panjang atau panjang per unit berat.

Mengapa ini penting?

Bagi Anda yang bekerja dalam produksi teksti, baik di pabrik, laboratorium, maupun perencanaan material, mengetahui yarn count membantu memastikan kualitas kain, konsistensi produksi, serta kecocokan benang dengan proses mesin.

 

Bagaimana Yarn Count Diukur?

Dua sistem pengukuran utama

1. Indirect System (sistem tidak langsung)

Dalam sistem ini, angka yarn count menunjukkan jumlah panjang benang per unit berat. Dengan kata lain:

  • Semakin tinggi angka, semakin halus dan tipis benang tersebut.
  • Sistem ini umum dipakai untuk benang seperti cotton (katun), worsted, dan linen.
     

Contoh yang sering ditemui:

  • English Count (Ne): Banyaknya hanks (840 yard) benang yang beratnya 1 pound.
  • Metric Count (Nm): Banyaknya hanks (1000 meter) benang yang beratnya 1 kilogram.
     

2. Direct System (Sistem Langsung)

Berbeda dengan sistem tidak langsung, dalam sistem ini angka menunjukkan berat benang per panjang tertentu.

  • Semakin tinggi angka, semakin tebal atau kasar benang.
  • Sistem ini sering digunakan untuk benang filament atau sintetis.
     

Contoh umum:

  • Tex: gram per 1000 meter benang.
  • Denier: gram per 9000 meter benang.

 

Baca juga: Apa itu Proses Winding dalam Industri Tekstil? Fungsi, Tahapan, dan Manfaatnya

 

Apa Bedanya antara Sistem Langsung dan Tidak Langsung?

Penjelasan Singkat

Sistem Dasar Ukuran Interpretasi Angka Cocok untuk
Indirect Panjang per berat Angka ↑ → benang semakin halus Cotton, wol, linen
Direct Berat per panjang Angka ↑ → benang semakin tebal Filament, sintetis

Misalnya, benang dengan Ne tinggi menunjukkan bahwa benang tersebut sangat halus dan panjang per beratnya banyak, cocok misalnya untuk kain tipis seperti voile atau chiffon. Sebaliknya, angka Tex yang tinggi berarti benang itu lebih berat, ideal untuk kain tebal atau fungsional.

 

Contoh Penerapan Yarn Count dalam Industri

Pemilihan benang untuk produk tekstil

Menentukan yarn count yang tepat sangat penting saat Anda merancang kain untuk kebutuhan tertentu:

  • Untuk pakaian ringan dan halus, Anda mungkin memilih angka Indirect (Ne/Nm) yang tinggi
  • Untuk kain fungsional atau tahan lama, angka Direct (Tex/Denier) yang tinggi bisa lebih cocok.

Pengaruh pada proses produksi

Familiaritas Anda dengan yarn count juga membantu dalam penyesuaian mesin tenun atau rajut, kontrol kualitas, dan perencanaan material, sehingga proses produksi berjalan lebih efisien dan hasilnya konsisten.

 

apa itu yarn count

Sumber gambar: Textile Resources

 

 

Yarn count adalah standar pengukuran benang yang penting untuk dipahami dalam industri tekstil karena ia menentukan karakter benang, baik dari sisi ketebalan, kehalusan, maupun kesesuaian penggunaannya. Dengan memahami sistem langsung dan tidak langsung, Anda dapat memilih benang yang tepat untuk kebutuhan produk dan proses produksi Anda.

Bagikan



KEMBALI