BERITA
30 Nov 2025
Sebelum Anda membaca langkah praktis di bawah, bayangkan ini: Anda menemukan pabrik yang tampak ideal, harga kompetitif, jadwal produksi masuk akal, tapi setelah produksi pertama tiba, ukuran meleset, jahitan tidak rapi, dan bahan terasa berbeda.
Rasa frustasi itu bisa dihindari jika proses pemilihan pabrik dilakukan dengan cermat. Kami akan memandu Anda langkah demi langkah agar keputusan Anda terukur dan minim risiko.
(1).jpg)
Pabrik bukan sekadar tempat menjahit; mereka menentukan konsistensi kualitas, lead time (waktu produksi), dan kemampuan Anda untuk scale up. Kesalahan memilih mitra produksi dapat menaikkan retur dan menurunkan kepercayaan pelanggan. Sumber industri menekankan bahwa verifikasi kapasitas dan proses kontrol kualitas adalah hal mendasar sebelum tanda tangan kontrak.
Spesialisasi produk dan kapasitas
Pastikan pabrik berpengalaman memproduksi kategori produk Anda (mis. pakaian rajut, outerwear, atau activewear). Tanyakan kapasitas produksi harian/bulanan dan apakah mereka bisa menangani variasi ukuran dan finishing yang Anda butuhkan.
Minimal kuantitas pesanan & waktu pengiriman
MOQ (minimum order quantity) dan lead time memengaruhi arus kas dan perencanaan koleksi Anda. Pilih pabrik yang menawarkan trial order atau fleksibilitas MOQ ketika Anda sedang tahap scaling. Banyak panduan sourcing merekomendasikan memulai dengan pesanan percobaan untuk meminimalkan risiko.
Sampel, inspeksi, dan quality control
Mintalah sampel pra-produksi dan SOP QC pabrik (prosedur pemeriksaan). Periksa kerapihan jahitan, ukuran yang konsisten, hasil wash test, dan toleransi warna. Pabrik yang baik akan menyediakan laporan QC dan bersedia menerima inspeksi pihak ketiga.
Baca juga: 7 Standar Internasional yang Digunakan di Industri Tekstil Modern
OEKO-TEX, GOTS, ISO, dan transparansi rantai pasok
Jika produk Anda bersentuhan langsung dengan kulit atau ingin tampilkan klaim ramah lingkungan, minta bukti sertifikasi seperti OEKO-TEX STANDARD 100 untuk produk organik. Sertifikasi manajemen mutu seperti ISO 9001 dan bukti kepatuhan sosial (mis. audit BSCI/WRAP) sering menjadi persyaratan klien internasional. Verifikasi dokumen-dokumen ini melalui sumber resmi pabrik.
Nearshoring, transparansi, dan manajemen risiko
Tren 2024-2025 menunjukkan banyak brand memilih nearshoring dan pemasok yang transparan untuk meminimalkan gangguan dan memenuhi regulasi keberlanjutan. Mapping supplier hingga tier-2/3 dan menilai risiko (geopolitical, lingkungan, bahan baku) akan membantu Anda membuat strategi sourcing yang tahan guncangan.
Respons, bahasa, dan hubungan jangka panjang
Nilai kemampuan komunikasi: seberapa cepat respons mereka, bagaimana pengelolaan keluhan, dan apakah ada account manager khusus. Hubungan jangka panjang dengan pabrik yang memahami brand Anda akan menurunkan friction saat scale-up.
Pilih pabrik berdasarkan bukti (sampel, sertifikat, audit) bukan hanya janji harga. Mulai dari trial order, periksa QC, dan pastikan transparansi rantai pasok agar bisnis fashion Anda tumbuh dengan stabil dan bertanggung jawab.
Bagikan
BERITA BARU