BERITA

Prospek TENCEL™ 2026: Peluang Bisnis di Balik Tren Bahan Berkelanjutan

21 Agu 2026   |   Kategori Berita: Tren

Kenapa brand-brand fashion besar tiba-tiba ramai-ramai mencantumkan "TENCEL™" di label produk mereka? Hmm, ini bukan sekadar tren sesaat, tapi ada alasan bisnis yang cukup kuat di baliknya. Lalu, seberapa besar sebenarnya peluang bisnis di balik tren bahan berkelanjutan ini? Cek informasi selengkapnya di bawah ini, ya.

 

peluang pasar tencel 2026 tekstil

Sumber gambar: Malìa Lab


 

Apa Itu TENCEL™ dan Kenapa Namanya Semakin Sering Terdengar?

TENCEL™ adalah merek dagang milik Lenzing untuk serat lyocell dan modal, dua jenis serat selulosa yang diolah dari pulp kayu. Bukan bahan baru sebenarnya, tapi popularitasnya terus naik seiring makin banyak brand fashion yang ingin tampil lebih hijau tanpa mengorbankan kualitas produk.

Proses produksi yang jadi nilai jual utama

Salah satu alasan TENCEL™ begitu dilirik adalah proses produksinya yang closed-loop, artinya sebagian besar pelarut kimia yang digunakan bisa didaur ulang kembali dalam siklus produksi. Ini membuat jejak lingkungan yang dihasilkan jauh lebih rendah dibanding serat sintetis atau bahkan katun konvensional yang terkenal boros air.

Bukan cuma soal ramah lingkungan

Selain isu keberlanjutan, TENCEL™ juga punya keunggulan dari sisi kenyamanan pemakaian. Teksturnya lembut, memiliki daya serap kelembapan yang baik, dan cocok untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit sensitif. Tak heran, segmen pakaian jadi mendominasi pasar TENCEL™ dengan kontribusi lebih dari separuh total pendapatan global (51,7%), menegaskan bahwa kenyamanan pemakaian tetap jadi alasan utama orang memilih bahan ini, bukan sekadar isu lingkungan semata.

 

Kenapa Orang (dan Brand) Jatuh Cinta pada TENCEL™

Tren sustainable fashion bukan lagi sekadar gimmick pemasaran. Konsumen, terutama generasi muda, kini benar-benar mempertimbangkan asal-usul bahan sebelum membeli produk fashion. Data pun mendukung pergeseran ini: menurut riset Future Market Report, pasar produk serat TENCEL™ global dinilai sebesar USD 2.700,75 juta pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD 4.850,40 juta pada 2033, tumbuh dengan CAGR 7,59%, angka yang cukup solid untuk kategori bahan baku tekstil. Di titik inilah TENCEL™ menemukan panggungnya.

Dari fashion ke dunia medis

Menariknya, minat terhadap TENCEL™ tidak berhenti di industri fashion saja. Sektor medis dan produk perawatan kesehatan mulai melirik serat ini untuk kebutuhan produk yang lembut di kulit sekaligus mudah terurai, seperti masker atau perlengkapan kesehatan sekali pakai. Bahkan, segmen aplikasi medis tercatat sebagai salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di seluruh kategori lyocell, dengan laju ekspansi tahunan yang diperkirakan melampaui 9%. Ini membuka segmen pasar baru yang sebelumnya jarang dilirik produsen serat berkelanjutan.

Dukungan dari produsen besar

Lenzing sebagai pemilik merek TENCEL™ juga terus memperluas kapasitas produksi dan menjalin kolaborasi dengan produsen mesin tekstil untuk menciptakan inovasi baru, mulai dari tekstur menyerupai denim hingga kain stretch tanpa bahan sintetis. Langkah ini menunjukkan keyakinan industri bahwa permintaan TENCEL™ akan terus bertumbuh, bukan sekadar tren musiman.

 

Baca juga: Tencel Lyocell vs Tencel Modal: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Nyaman?

 

Prospek TENCEL™ 2026: Peluang yang Layak Dilirik Pelaku Bisnis

Bagi Anda yang bergerak di industri fashion, tekstil, atau bahkan produk kesehatan, prospek TENCEL™ di 2026 layak masuk radar strategi bisnis. Tren keberlanjutan diperkirakan akan terus menguat, bukan melambat, seiring makin banyak regulasi dan preferensi konsumen yang mengarah ke produk ramah lingkungan.

Peluang di pasar Asia, termasuk Indonesia

Kawasan Asia Pasifik menjadi salah satu pusat pertumbuhan utama untuk industri serat berkelanjutan ini, tercatat sebagai wilayah dengan pertumbuhan tercepat dan menguasai lebih dari 40% pangsa pasar global, dengan Cina memimpin sebagai kontributor tunggal terbesar (sekitar seperempat pangsa pasar dunia). Indonesia sendiri punya posisi menarik karena menjadi lokasi pabrik Lenzing di Purwakarta, salah satu fasilitas produksi serat berbasis kayu terbesar di dunia dengan kapasitas produksi ratusan ribu ton per tahun. Skala produksi sebesar ini membuka peluang kolaborasi dan sourcing bahan baku yang lebih dekat bagi pelaku industri tekstil lokal.

Tantangan yang perlu diperhatikan

Meski prospeknya positif, Anda tetap perlu mencermati beberapa tantangan, seperti fluktuasi harga bahan baku pulp kayu dan makin banyaknya produsen lyocell alternatif yang mulai bermunculan. Namun, keunggulan brand recognition dan kualitas produk membuat TENCEL™ tetap punya posisi kuat di tengah persaingan tersebut.

 

peluang pasar 2026 tencel tekstil

Sumber gambar: Treehugger

 

Tren bahan berkelanjutan seperti TENCEL™ bukan sekadar wacana, ini adalah arah baru industri tekstil yang terus menguat.

Bagaimana menurut Anda, apakah bisnis Anda sudah siap ikut ambil bagian dalam tren ini?



KEMBALI

BERITA TERBARU

Lihat Berita Lainnya...

BERITA TERPOPULER 🔥

Lihat Berita Terpopuler Lainnya...

BERITA RELEVAN

Lihat Berita Relevan Lainnya...